smangat…smangat!! Jiayooo… ^o^

Posted: May 5, 2009 in berbagi ceritaz.., gawe..Oh..gawe, Info ajah.., Nice Article

Hmmm….barusan dpt email bgs dr Dwi, dan lgs deh gua posting aja tuk share ke kalian semua. Karena kena bgt dech nich email tuk gua. Hahaha…

berikut petikan email tsb :

SUATU SAAT DALAM TAXI

Selamat Membaca, Tuhan memberkati :

“Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah semuanya seperti kita melakukan untuk Tuhan”.

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk ‘memanjakan’ diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku.. Nyaris setiap hari aku pulang larut
malam. Pergi pagi pulang malam..

Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir “masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli”. Jadi Sabtu kemarin aku habiskan waktu dengan tidur s eharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh
sedikit pun. “Masa bodoh” pikirku.

Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut.. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.

“Daerah kota pak , ” s eruku pada supir taxi.
“Kotanya di mana pak?”, dia menimpali.
“Wah, namanya apa yah?” aku sendiri tidak begitu ingat.
“Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana ”
“Baik Pak”.  Suasana hening.

Tidak beberapa lama pak supir berkata,
“Tadi orang yang pakai taxi ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek”.
Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.
“Kok mau sih pak?” ucapku.
“Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak”, ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. “Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan.”
“Wah, berfilsafat dia.”, pikirku.
“Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya dikasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga. Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak.. Sakit hati kan “.
“Iya juga yah”, pikirku.
Suasana hening kembali.

Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut. “Bapak sudah lama jadi sopir taxi”, t anyaku memecah keheningan.
“Baru empat tahun Pak.”
“Sebelumnya kerja di mana?”
“Dulu saya kerja di perhotelan.”
“Kerja di bagian apa Pak?”
“Manager operasional”

Hah? Tidak salah dengar ? Manager ? G ak mungkin ah.. “Anak buahnya banyak pak?”, tanyaku sedikit menyelidik.
“Ada sekitar 100 orang”
“Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi”
“Wah, panjang ceritanya Pak.”
“Oh.”, gumamku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada
kenangan pahit yang dia alami.
“Biasalah pak korban kena sikut”, ujarnya meneruskan,
“Padahal dia teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Tapi buat saya itu ngak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya langsung bisa
dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukuplah, untuk kebutuhan sehari-hari”.

“Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?”
“Nama saya sudah rusak Pak.”
“Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu”, pikir ku.

Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban.
“Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?”, tanyaku.
“Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau ditanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah: dua-duanya.
Mau jadi apa aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu datang dengan sendirinya.”

Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya, masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar! Nggak ada ucapan syukurnya. Aku jadi teringat akan nasehat yang mengatakan “Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan”.

Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku dikuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal.

Anak-Ku, Aku tahu bahwa kadang kala begitu menggoda untuk menyerah dalam kehidupan. Kadang kala sulit menemukan alasan untuk terus berusaha… Apa yang membuatmu merasa seperti menerima kekalahan? Sekolah? Nilai? Kawan-kawan?  Orang tua? Uang? Perang? Dengarlah, Aku ingin kamu m empercayai-Ku dalam hal ini.
Meskipun keadaan hidup tampak kacau dari luar, tetapi jika kamu percaya kepada-Ku, ada hal-hal yang tak terlihat terjadi di dalam dirimu. Setiap hari, Aku membuka sesuatu yang baru dan menggairahkan. Masa depanmu akan lebih mengherankan dari apa pun yang dapat kamu bayangkan. Percayalah kepada-Ku,
tidak akan sia-sia kamu bertahan karena ada hari depan yang indah menunggumu. Oleh karena itu, bertahanlah dengan gigih.Janganlah menyerah!
Aku mempunyai sejumlah kejutan nyata bagimu. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ga nti nyawanya?

(Mat 16:26)

Bapa Engkau Sungguh baik,
Kasih Mu melimpah dihidup ku
Bapa ku berterimakasih, berkatMu hari ini yang Kau sediakan bagi ku.

Kunaikkan syukur ku b uat hari yang Kau beri
Tak habis – habisnya, kasih dan rahmatMu
Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setia – Mu disepanjang hidup ku.

GOD BLESS U All………………………………………………………………….

Sebenernya blkgan ini, gua bnr2 dalam masa jenuh bekerja. Gua spt tak ada tujuan. Pernah ga sech kalian mengalami itu??
Rasanya tiap hari dilewati begitu2 saja. Bangun pagi, mandi, sarapan, berangkat kerja, kerja, makan siang, plg, mandi, ntn TV, tidur, dan itu terus berulang setiap hari.

Begitu pula di weekend. banyak yg blg, klo bosan di hari kerja bersenang2lah saat weekend. Tapiii??? Kenapa gua jg ga bisa enjoy saat weekend?? dan justru bosan! karena tujuan dan agenda acara tiap weekend cuma ke Mal, makan, tdr dan bermalas2an…

Tapi…hari ini email dari dwi spt menyadarkan ku. Hmm! kehidupanku jaooooohhhhh lbh baik dr supir taxi itu dan jaohhhh lbh baik jg dari si penulis cerita. Kenapa?? Karena gua ga harus lembur2 kerja tiap malam dan tdk harus masuk kerja juga tiap Sabtu.

Kenapa gua bknnya bersyukur malah terus2an mengeluh?? hooo!! shame on me!! Smoga Tuhan masih mao mengampuni gua yach ^o^
sekarang…saatnya semangat bekerja. Back to work!!! Deadline menanti…..
Smangat!! Smangat!! Smangat!!

-Melzz Cantique-

Comments
  1. -dwi- says:

    Huahahhahahahahhaha pantesn kemarin lu ketawa2 ga jelas ya hahahhahahahahaha

  2. rina says:

    hahahahaha..mksdnya dwi? tanda2 stress???hahahhaa
    iy bgs bgt neh artikelnya…:)
    masa seh ga nikmatin wiken mel? kalo abis blanja n mkn kan hati jd senang..hehehe
    tp emang senang ato ga-nya y dr hati kt ndiri jg seh..hehe…dibawa happy aja ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s